Rabu, 14 Maret 2012

Pesawat Komersial Concorde yang Melebihi kecepatan Bunyi

   Pada tanggal 8 Maret 2012 yang lalu, sidang tentang perkara kecelakaan pesawat concorde kembali digelar. Meskipun kecelakaan itu sendiri sudah terjadi pada tahun 2000, namun perkara ini rasanya belum kelar. Hal ini kemudian mengingatkan saya akan pernah "terlalu" majunya perkembangan pesawat di dunia. Seperti yang kita ketahui, concorde adalah pesawat supersonik yang mampu melewati dan melebihi kecepatan bunyi.

   Aérospatiale-BAC Concorde adalah sebuah pesawat terbang supersonik yang merupakan satu dari dua jenis pesawat penumpang supersonik yang pernah melayani jalur transportasi secara komersial. Pesawat supersonik lainnya tersebut adalah Tupolev Tu-144 milik Rusia yang juga ditengarai adalah hasil spionase dari Concorde. Concorde memiliki kecepatan jelajah 2,04 Mach (kecepatan suara) dan ketinggian terbang hingga 60.000 kaki (17.700 meter) dengan konfigurasi sayap delta dan evolusi mesin yang dilengkapi dengan mesin jet afterburner.Concorde adalah pesawat supersonik (pesawat dengan kecepatan suara) pertama yang diciptakan pada dekade 1950-an hasil kerjasama antara Inggris dan Perancis.
   Awalnya teknologi ini dikembangkan untuk pesawat pengebom strategis (bomber) Avro Vulcan. Avro vulcan sendiri kini telah dipensiunkan setelah dioperasikan dari tahun 1956 sampai tahun 1984. The Vulcan Avro (kadang-kadang disebut sebagai Hawker Siddeley Vulcan) adalah pesawat jet dengan sayap delta yang tujuan awalnya sebagai pembom strategis , yang dioperasikan oleh Royal Air Force (RAF). Pesawat produsen AV Roe & Co ( Avro ) merancang Vulcan dalam perang dunia ke-2 . vulcan kemudian jadi pesawat andalan v-bomber, yaitu pasukan pembom yang sangat sukses dalam perang dunia ke-2.
   Kembali ke pesawat concorde. Pada 21 Januari 1976, dua pesawat jet super Concorde terbang untuk pertama kali melayani rute komersial. Dua pesawat Concorde tersebut masing-masing lepas landas dari Bandara Heathrow, London, dan Bandara Orly, Paris. Penerbangan dari London akan membawa penumpang ke Bahrain melalui Teluk Persia. Sedangkan pesawat dari Paris akan terbang ke Rio de Janeiro melalui Senegal.

   Selama 20 tahun pertama penerbangan komersialnya, Concorde mengangkut 3,7 juta penumpang. Jam terbang ke-13 pesawat Concorde sekarang sudah lebih dari 200.000 jam terbang. Dari jumlah itu, 140.000 jam di antaranya adalah 140.000 jam terbang di atas kecepatan suara. Pesawat ini juga mampu membawa 144 penumpang dengan kecepatan 2,04 mach (2.200 kilometer per jam) pada ketinggian 60.000 kaki. Itu artinya kecepatan Concorde 2 kalinya kecepatan suara, yakni 1.200 km/jam. Dengan kecepatan luar biasa ini, Concorde hanya membutuhkan waktu 2 setengah jam dari Paris ke New York. Padahal, rata-rata pesawat biasa menempuh jarak tersebut harus membutuhkan waktu lebih dari 7 jam.
http://www.allbestpictures.com/wallpapers/aircraft/image/air_france_concorde.jpg   Ketika menembus kecepatan luar biasa itu, Concorde akan mengeluarkan suara menggelegar yang disebut SONIC BOOM. Jika terjadi di atas daratan yang penuh dengan perumahan, pengaruh sonic boom dapat memecahkan kaca-kaca jendela rumah! Makanya, Concorde hanya diperbolehkan terbang dengan kecepatan luar biasa tersebut ketika sudah berada di atas Samudera Atlantik. Saat Concorde masih terbang di atas daratan Eropa dan Amerika, Concorde melaju dengan menggunakan kecepatan pesawat biasa, yaitu 600 km/jam.
   Pada Juli 2000, pesawat Concorde milik maskapai Air Franca jatuh 60 detik setelah lepas landas dari Paris dan menewaskan 109 penumpang dan empat orang di darat. Kecelakaan disebabkan salah satu ban pesawat meledak dan membuat tank bahan bakar bocor, sehingga menyebabkan kebakaran yang memicu kegagalan mesin.
   Kecelakaan fatal yang merupakan insiden pertama dalam sejarah Concorde tersebut menunjukkan penurunan kualitas Concorde. Hal itu membuat orang-orang menyadari rentannya pesawat supersonik. Akhirnya, ditambah dengan mahalnya biaya operasional, sejak tahun 2003 pesawat Concorde tidak terbang lagi dan kedua maskapai yang mengoperasikannya (Air France dan British Airways) memensiunkan pesawat ini dari jajaran armadanya dan mengakhiri era penerbangan supersonik.

   Perusahaan dan insinyur dituduh lalai menyebabkan jet supersonik Concorde jatuh di luar Paris menewaskan 113 penumpangnya iakan diadili untuk kedua kalinya Kamis. Penuntutan sebelumnya menurut AFP setelah terjadinya kecelakaan tahun 2000 menemukan dakwaan diajukan terhadap lima pelaku dan perusahaan Continental Airlines, mereka dituduh bertanggung jawab atas kematian 109 penumpang jet mewah tersebut ditambah lebih dari 4 karyawan hotel yang tertimpa pesawat naas tersebut.
   Pesawat jet itu jatuh setelah beberapa menit lepas landas dari bandara Paris, Charles de Gaulle pada 25 Juli 2000 lalu. Kebanyakan penumpang adalah wisatawan kaya Jerman yang hendak ke New York untuk berlibur di kapal pesiar Karibia, diantara mereka terdapat tiga anak
   Sebuah pengadilan Perancis, tanggal 6 Desember 2010 mengemukakan bahwa kecelakaan pesawat Concorde tahun 2000 itu disebabkan oleh sepotong logam tertinggal di landasan pacu oleh salah satu jet Amerika Serikat carrier. Sebuah percobaan baru dimulai pada tanggal 8 Maret 2012 di pengadilan banding di Versailles, sebelah barat Paris. 
  Ada satu hal unik dari pesawat ini, yaitu bagian hidungnya yang dapat dibengkokkan. Sekilas pembengkokkan hidung Concorde hanya seperti aksesoris saja. Namun ternyata, penekukan hidung ini (sudut penekukannya 12,5 derajat hingga 30 derajat) perlu dilakukan saat hendak mendarat agar hidung Concorde tidak menghalangi pandangan pilot ke arah landasan lapangan terbang dibawah.

Sumber :Wikipedia, Google

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Berikan komentar anda..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...