Selasa, 21 Februari 2012

Dispersi Cahaya dan Terjadinya Pelangi

   Dulu waktu saya SD, pernah bikin percobaan dispersi dengan membuat prisma yang diisi dengan kertas origami yang dipotong kecil-kecil. Waktu itu saya gak paham sama sekali maksud dari percobaan itu. Maksudnya apa sih?? hehe..maklum..bukan orang pinter dulu mah...
   Cahaya, aslinya itu emang putih doang yang kelihatan oleh mata. Namun sesungguhnya cahaya putih itu adalah kumpulan dari 7 warna. Dan bila dibiaskan dengan prisma akan diuraikan menjadi 7 warna tersebut, yang selalu sama urutannya : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu (kalau di sekolah, cara ngafalinnya : me,ji,ku,hi,bi,ni,u). Inilah yang disebut spectrum warna. Percobaan ini pertama kali dilakukan oleh Newton. Ketika sinar matahari terpantul oleh rintik hujan, terbentuklah pelangi yang mengandung semua warna spectrum. Lohh..kok bisa?? Karena rintik hujan/ air disini berfungsi sebagai prisma.
   Prisma sendiri adalah sepotong kaca berbentuk segi tiga yang bisa mengurai semua warna yang ada pada cahaya putih. Karena diperlambat, cahaya yang melewati prisma berbelok atau membias dengan kecepatan dan derajat sudut yang berbeda, sehingga warna-warna terurai ketika meninggalkan prisma.
   Gejala dispersi cahaya adalah gejala peruraian cahaya putih (polikromatik) menjadi cahaya berwarna-warni (monokromatik). Cahaya putih merupakan cahaya polikromatik, artinya cahaya yang terdiri atas banyak warna dan panjang gelombang. Jika cahaya putih diarahkan ke prisma, maka cahaya putih akan terurai menjadi cahaya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Cahaya-cahaya ini memiliki panjang gelombang yang berbeda. Setiap panjang gelombang memiliki indeks bias yang berbeda. Semakin kecil panjang gelombangnya semakin besar indeks biasnya. Dispersi pada prisma terjadi karena adanya perbedaan indeks bias kaca setiap warna cahaya.

DispersiDispersiDispersi
Dispersi cahaya pada prisma
   Tiap-tiap cahaya mempunyai sudut deviasi yang berbeda. Selisih antara sudut deviasi untuk cahaya ungu dan merah disebut sudut dispersi.
   Contoh peristiwa dispersi pada kehidupan sehari-hari adalah pelangi. Pelangi hanya dapat kita lihat apabila kita membelakangi matahari dan hujan terjadi di depan kita. Tuh, pernah kan kalian melihat pelangi di air terjun? karena kalian tentu saja membelakangi matahari, atau matahari minimal berada di samping anda. Jika seberkas cahaya matahari mengenai titik-titik air yang besar, maka sinar itu dibiaskan oleh bagian depan permukaan air. Pada saat sinar memasuki titik air, sebagian sinar akan dipantulkan oleh bagian belakang permukaan air, kemudian mengenai permukaan depan, dan akhirnya dibiaskan oleh permukaan depan. Karena dibiaskan, maka sinar ini pun diuraikan menjadi pektrum matahari.Peristiwa inilah yang kita lihat di langit dan disebut pelangi. Bagan terjadinya proses pelangi dapat dilihat seperti berikut :
Proses terjadi pelangi

   Percobaan yang saya lakukan di SD itu ternyata adalah kaleidoskop. Untuk kaleidoskop ini mungkin akan saya posting di lain hari. Hehe...
   Nah..intinya, apa yah??cahaya dapat dibiaskan pastinya.


Semoga bermanfaat.
Referensi : http://fisikon.com/ , Google Search.

Reaksi:

2 komentar:

thanks bgt atas mtriny,,,,,aq n tmen2 jdi ga bngng bkin tgas,,,,

Sama-sama...senang membantu....

Poskan Komentar

Berikan komentar anda..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...