Minggu, 09 Desember 2012

Siapakah Raja Gowa Pertama yang Memeluk Agama Islam

Kerajaan Gowa adalah kerajaan yang berada di Sulawesi Selatan, dengan ibukotanya bernama Makassar. Letak kerajaan ini sangat strategis karena letaknya yang berada di antara pulau-pulau dan berada di jalur pelayaran (perdagangan Nusantara). Sehingga kerajaan Gowa cepat sekali berkembang.

Gowa berasal dari kata guwari yang artinya bilik atau ruangan untuk didiami. Ketika manusia pertama yang menginjakkan kakinya di daerah ini, mereka memilih daerah pesisir yang berbukit dan menempati guwari sebagai tempat tinggal. Dalam perkembangan lebih lanjut, guwari semakin bertambah jumlahnya sesuai dengan perkembangan manusia, sedangkan tempat tinggal mereka kemudian dinamakan Gowa.

Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat kerajaan Gowa: Tombolo, Lakiung, Parang-Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan Kalili. Melalui berbagai cara, baik damai maupun paksaan, komunitas lainnya bergabung untuk membentuk Kerajaan Gowa. Cerita dari pendahulu di Gowa dimulai oleh Tumanurung sebagai pendiri Istana Gowa, tetapi tradisi Makassar lain menyebutkan empat orang yang mendahului datangnya Tumanurung, dua orang pertama adalah Batara Guru dan saudaranya. (wikipedia)
Inilah nama-nama Raja di Kerajaan Gowa :

  1. Tumanurunga (+ 1300)
  2. Tumassalangga Baraya
  3. Puang Loe Lembang
  4. I Tuniatabanri
  5. Karampang ri Gowa
  6. Tunatangka Lopi (+ 1400)
  7. Batara Gowa Tuminanga ri Paralakkenna
  8. Pakere Tau Tunijallo ri Passukki
  9. Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna (awal abad ke-16)
  10. I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiyung Tunipallangga Ulaweng (1546-1565)
  11. I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatte
  12. I Manggorai Daeng Mameta Karaeng Bontolangkasa Tunijallo (1565-1590).
  13. I Tepukaraeng Daeng Parabbung Tuni Pasulu (1593).
  14. I Mangari Daeng Manrabbia Sultan Alauddin Tuminanga ri Gaukanna
  15. Berkuasa mulai tahun 1593 - wafat tanggal 15 Juni 1639. Merupakan penguasa Gowa pertama yang memeluk agama Islam.
  16. I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Lakiyung Sultan Malikussaid Tuminanga ri Papang Batuna
  17. Lahir 11 Desember 1605, berkuasa mulai tahun 1639 hingga wafatnya 6 November 1653
  18. I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanuddin Tuminanga ri Balla'pangkana
  19. Lahir tanggal 12 Juni 1631, berkuasa mulai tahun 1653 sampai 1669, dan wafat pada 12 Juni 1670
  20. I Mappasomba Daeng Nguraga Sultan Amir Hamzah Tuminanga ri Allu'
  21. Lahir 31 Maret 1656, berkuasa mulai tahun 1669 hingga 1674, dan wafat 7 Mei 1681.
  22. I Mallawakkang Daeng Mattinri Karaeng Kanjilo Tuminanga ri Passiringanna
  23. Sultan Mohammad Ali (Karaeng Bisei) Tumenanga ri Jakattara
  24. Lahir 29 November 1654, berkuasa mulai 1674 sampai 1677, dan wafat 15 Agustus 1681
  25. I Mappadulu Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Jalil Tuminanga ri Lakiyung. (1677-1709)
  26. La Pareppa Tosappe Wali Sultan Ismail Tuminanga ri Somba Opu (1709-1711)
  27. I Mappaurangi Sultan Sirajuddin Tuminang ri Pasi
  28. I Manrabbia Sultan Najamuddin
  29. I Mappaurangi Sultan Sirajuddin Tuminang ri Pasi. (Menjabat untuk kedua kalinya pada tahun 1735)
  30. I Mallawagau Sultan Abdul Chair (1735-1742)
  31. I Mappibabasa Sultan Abdul Kudus (1742-1753)
  32. Amas Madina Batara Gowa (diasingkan oleh Belanda ke Sri Lanka) (1747-1795)
  33. I Mallisujawa Daeng Riboko Arungmampu Tuminanga ri Tompobalang (1767-1769)
  34. I Temmassongeng Karaeng Katanka Sultan Zainuddin Tuminanga ri Mattanging (1770-1778)
  35. I Manawari Karaeng Bontolangkasa (1778-1810)
  36. I Mappatunru / I Mangijarang Karaeng Lembang Parang Tuminang ri Katangka (1816-1825)
  37. La Oddanriu Karaeng Katangka Tuminanga ri Suangga (1825-1826)
  38. I Kumala Karaeng Lembang Parang Sultan Abdul Kadir Moh Aidid Tuminanga ri Kakuasanna (1826 - wafat 30 Januari 1893)
  39. I Malingkaan Daeng Nyonri Karaeng Katangka Sultan Idris Tuminanga ri Kalabbiranna (1893- wafat 18 Mei 1895)
  40. I Makkulau Daeng Serang Karaeng Lembangparang Sultan Husain Tuminang ri Bundu'na
  41. Memerintah sejak tanggal 18 Mei 1895, dimahkotai di Makassar pada tanggal 5 Desember 1895. Ia melakukan perlawanan terhadap Hindia Belanda pada tanggal 19 Oktober 1905 dan diberhentikan dengan paksa oleh Hindia Belanda pada 13 April 1906. Ia meninggal akibat jatuh di Bundukma, dekat Enrekang pada tanggal 25 Desember 1906.
  42. I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bonto Nompo Sultan Muhammad Tahur Muhibuddin Tuminanga ri Sungguminasa (1936-1946)
  43. Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidudin (1956-1960) merupakan Raja Gowa terakhir, meninggal di Jongaya pada tahun 1978.
 http://id/wikipedia.org/

Dalam buku pelajaran SD, kerajaan Gowa setelah bersatu dengan kerajaan Tallo, adalah termasuk ke dalam kerajaan islam. Sebelum masuknya kerajaan islam, kerajaan Gowa sebagian besar penduduknya adalah penganut paganisme. Lalu siapakah raja gowa pertama yang memeluk agama islam dan menjadikan kerajaan Gowa-Tallo menjadi kerajaan Islam?


Sebenarnya Islam sudah dikenal di Jazirah Sulawesi sejak Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel.

Sejak Gowa Tallo sebagai pusat perdagangan laut, kerajaan ini menjalin hubungan dengan Ternate yang sudah menerima Islam dari Gresik. Raja Ternate yakni Sultan Baabullah mengajak raja Gowa Tallo untuk masuk Islam, tapi gagal. Kemudian datanglah Datuk Ribandang seorang Muballig dari Minangkabau Sumatera, hingga Akhirnya berhasil mengislamkan raja Gowa dan Tallo.

Menurut lontara, pada tahun 1605 Masehi, Islam diterima secara resmi di Kerajaan Gowa dan Tallo disusul ketika raja kerajaan tersebut memeluk Islam yaitu Daeng Manrabia (Raja Gowa XIV), yang bergelar Sultan Alauddin dengan Karaeng Matoaya (Raja Tallo) yang bergelar Sultan Abdullah Awwalul Islam pada tanggal 22 September 1605 Masehi. (http://ilho071.blogspot.com/)

Ya, dialah Sultan Alauddin, raja Gowa pertama yang masuk Islam. Sultan Alauddin adalah kakek/datok dari Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI, dengan nama lengkap I Mangnga'rangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin, yang setelah wafatnya digelari juga dengan Tumenanga ri Gaukanna (yang mangkat dalam kebesaran kekuasaannya), demikian menurut satu versi, dan menurut versi lainnya gelar setelah wafatnya itu adalah Tumenanga ri Agamana (yang wafat dalam agamanya). Gelar Sultan Alauddin diberikan kepada Raja Gowa XIV ini, karena dialah Raja Gowa yang pertama kali menerima agama Islam sebagai agama kerajaan.

Makan Sultan Alauddin
Makam Sultan Alauddin berada di sebuah puncak bukit terbuka Tamalate yang merupakan bagian dari Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dan berjarak hanya sekitar 10 menit dari Makam Arung Palakka. Kompleks makam Raja-Raja Gowa dimana terdapat Makam Sultan Hasanuddin ini cukup luas, namun masih sangat gersang sehingga kalau kita berkunjung, siap-siap kepanasan. hehe..


Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Berikan komentar anda..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...