Rabu, 22 Agustus 2012

Apakah Tumbuhan Yang Berwarna Hijau Dapat Melakukan Fotosintesis?

   Fotosintesis merupakan nyawa dari kehidupan seluruh alam semesta ini. bayangkan apa yang terjadi bila tumbuhan tidak dapat berfotosintesis?? Oksigen akan habis (karena fotosintesis menghasilkan makanan bagi tumbuhan itu sendiri dan menghasilkan oksigen), makanan akan habis (karena tumbuhan adalah sumber dari segala makanan, hewan akan mati jika tak ada tumbuhan) dan tentu saja stabilitas alam ini akan terganggu.
   Yang biasanya membuat adik-adik kita bingung adalah, apakah tumbuhan yang tidak berwarna hijau dapat berfotosintesis??
   Di dalam buku pelajaran disebutkan kalau dalam berfotosintesis, diperlukan zat hijau daun atau klorofil. Berarti semua tumbuhan yang ber-klorofil itu berwarna hijau. Benarkah demikian??
   Fotosintesis dapat dilakukan oleh organisme yang memiliki pigmen klorofil pada sel tubuhnya. Ada empat kelompok organisme yang memiliki klorofil yaitu tumbuhan, ganggang, protista uniseluler dan prokariota fotosintetik. Klorofil pada tumbuhan terdapat di dalam kloroplas sedangkan pada organisme uniseluler subtansi klorofil terdapat di dalam sitoplasma. Dengan klorofil Organisme tersebut mampu menangkap energi matahari untuk menyintesis molekul-molekul organik kaya energi dari prekursor anorganik yaitu air (H2O) dan karbondioksida (CO2). http://fotosintesiscalvin.blogspot.com/
   Ketika saya mencari di yahoo answer, saya menemukan bahwa bisa atau tidak bisanya tunbuhan berfotosintesis itu bukan dari warnanya. Tapi dari ada atau tidaknya klorofilnya. Ada tumbuhan yang berklorofil tapi berwarna coklat, merah, atau keemasan. Contohnya kelompok protista yang menyerupai tumbuhan. kelompok ini memiliki klorofil tapi memiliki pigmen yang berbeda. Yang terdiri dari Euglonoid (pigmen dominan merah (fikobilin), Chrysophyta ( pigmen dominan karoten berupa santofil (keemasan), chlorophyta (klorofil a dan b), Phaaeophyta (pigmen dominan berupa karoten yaitu fukosantin (coklat) dan rhodophyta (pigmen dominan merah (fikoeritrin). Jadi pigmennya itu adalah warna tubuhnya. (lupa...siapa orangnya yang menulis tidak dicantumkan)
   Namun menurut yang saya baca di  http://dikypulungan.wordpress.com/keberadaan-klorofil-pada-bayam-merah-blitum-rubrum/  , semua tumbuhan pasti meliki zat hijau daun (klorofil) yang berwarna hijau. Silahkan anda baca sendiri yah..
   Warna pada organ tanaman berbeda-beda disebabkan oleh kandungan pigmennya. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Ada yang berwarna jingga berarti memiliki pigmen karotein, memiliki pigmen xantofil (kuning), pigmen klorofil a (hijau biru), klorofil b (hijau kuning), dan pigmen antosianin (merah). Misalnya saja suatu daun berwarna hijau, berarti dia memiliki pigmen klorofil yang peka terhadap cahaya yang terdapat dalam sel khusus atau di dalam kloroplas. Akan tetapi, suatu tanaman dapat memiliki lebih dari satu pigmen. Hal tersebut tampak pada daun yang memiliki lebih dari satu warna, misalnya pada tanaman puring. Pada waktu daunnya masih muda, maka akan tampak warna hijau muda, namun setelah daun tua maka nampak berwarna hitam kemerahan, ataupun merah kecokelatan. Namun, pada umumnya daun memiliki pigmen klorofil karena sebagian besar daun tumbuhan melakukan fotosintesis untuk kebutuhan hidupnya sendiri. Dan organ yang hanya memiliki pigmen klorofil yang dapat melakukan fotosintesis. Bisa dibaca di link berikut serta cara praktik dan hasil praktik http://pendbio.blogspot.com/2012/03/laporan-praktikum-pengukuran-kadar.html
   Sedangkan dalam beberapa tumbuhan, memang ada yang tidak memiliki klorofil. tumbuhan ini berarti memang tidak dapat membuat makanannya sendiri, namun mereka mengambil makanan atau menyerapnya dari tumbuhan lain. Misalnya jamur. jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya. Setelah itu, menyimpannya dalam bentuk glikogen. Tumbuhan tali putri pun mengambil makanan dari tumbuhan inangnya. Dan lain sebagainya.
   Jadi, tumbuhan yang tidak berwarna hijau pun dapat berfotosintesis, asalkan ia memiliki klorofil. Itu sih kesimpulannya.
   Tuntas yah.. Wallahu a'lam.. Nah, sekarang.. taukah kalian kalau ternyata Allah telah menyebutkan tentang adanya klorofil??
   Proses pembentukan makanan pada tumbuhan sendiri mulai diteliti pada abad 1600-an. Para ilmuwan mulai meneliti mengapa tumbuhan massanya semakin bertambah (tumbuh). Pertama-tama dikatakan tumbuhan itu tumbuh hanya karena bantuan air. Kemudian ilmuwa lain menambahkan dengan bantuan atmosfer dan cahaya. Pada waktu itu, belum diketahui kalau udara mengandung berbagai unsur gas yang berlainan. Selanjutnya dilakukanlah berbagai penelitian sehingga akhirnya diketahui-lah yang namanya proses Fotosintesis. Untuk lebih jelasnya, silahkan klik di link berikut : Wikipedia - Fotosintesis.
   Namun jauh sebelum para ahli tumbuh-tumbuhan menemukan zat bernama klorofil, 1.400 tahun yang lalu kitab suci Alquran telah menyebut pentingnya zat warna hijau. Simak surah Al-An'am [6]: ayat 99:

"Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai dan kebun-kebun anggur…"

   Ayat itu menegaskan bahwa pigmen hijau -- yang merupakan bagian dari struktur tumbuhan yang "Kami tumbuhkan dengannya segala macam tumbuh-tumbuhan" -- merupakan zat hijau daun yang biasa dikenal dengan sebutan klorofil, yang terdapat pada salah satu sel tumbuhan kloroplas.

-Semoga bermanfaat-
Dari berbagai sumber.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Berikan komentar anda..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...