Senin, 19 Desember 2011

Contoh pemimpin hebat - Joko Widodo

    "Luar biasa" itulah kata-kata dari saya buat Pak Walikota Solo, Joko Widodo. Pemimpin yang hebat, punya pendirian teguh, sopan santun, rendah hati, dan perduli kepada rakyat. Mau tau kenapa??

13064589861888417267

   Joko Widodo telah membangun Kota Solo menjadi Kota yang luar biasa. Baru-baru ini saja, Kota Solo terpilih sebagai Kota Besar dengan Udara Terbersih. Weeww...hebat euy...

   Pada bulan Juni lalu, terjadi perselisihan antara Gurbenur Jawa Tengah dengan Joko Widodo. Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo mengatakan kalau Walikota Solo Joko Widodo sebagai pribadi yang bodoh karena berani menentang gubernur dalam pembangunan mal di Solo. Lantas apa reaksi Joko Widodo dikatakan demikian? Pria yang akrab dipanggil Jokowi ini tetap kalem.
   "Iya, saya itu memang masih bodoh. Masih harus banyak belajar ke banyak orang. Dibilang begitu ya nggak apa-apa," kata Jokowi di Balaikota Surakarta, Senin (27/6/2011).
   Apa sebabnya???Karena Joko Widodo menolak PemKot Surakarta terhadap pendirian mal di lokasi bekas pabrik es Saripetojo. Maksudnya adalah untuk membatasi maraknya pasar modern. Dia mengatakan sebelumnya telah ada 12 kali pengajuan pendirian mal dari sejumlah pihak yang tidak disetujui karena memang Pemkot Surakarta berkomitmen membatasi keberadaan mal di Solo. Coba kalau di Jakarta...weww...Walikota'a seneng bukan main dah banyak pengajuan mal...
   "Kita itu ingin membatasi keberadaan mal di Solo karena kita harus memikirkan keberadaan pasar tradisional. Kalau itu terbuka sama sekali, sebelumnya sudah ada rencana 12 mal tapi tidak kita izinkan," ujar dia yang saya kutip dari www.detiknews.com.
   Lebih lanjut, dikarenakan gedung kuno eks pabrik es Saripetojo, yang dibangun pada tahun 1988 tersebut telah didaftarkan sebagai benda cagar budaya.
   Dalam tulisan saya sebelunya tentang trem, saya juga menceritakan tentang bagaimana hebatnya kota Solo bisa memiliki Airbus (sejenis trem). Bandingkan dengan kota lain!!
   Selain itu, Joko Widodo juga tidak pernah mengambil gajinya selama menjadi Walikota. Dalam rangka Clean Geverment di Jakarta, ia menjelaskan :
   "Sebenarnya saya malu mengatakan ini kepada Ibu-Ibu tapi karena ada yang bertanya tentang kebenaran bahwa saya tidak pernah mengambil gaji sejak saya menjabat Walikota Solo itu benar adanya, saya hanya menandatanganinya saja, dan untuk uangnya disumbangkan kepada yang memerlukan pertolongan untuk kesejahteraan mereka."
   "Selain itu untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan kota solo, bila saya mempunyai program pembangunan kota , saya lebih dahulu menuliskannya di koran wilayah untuk mendapatkan opini maupun tanggapan masyarakat, setelah itu baru kita rencanakan apakah dilakukan atau tidak, hal ini bagi saya lebih utama, dari pada mengajukan langsung kepada Dewan perwakilan rakyat daerah, sebab saya tidak pintar melakukan deal-deal dan nantinya akan tersangkut hukum dan lainnya." weeww...begini nih baru pemimpin. Bukan kayak SBY yang malah curhat gajinya kurang.
    Jauh sebelum Joko terpilih sebagai Walikota, dia sudah mengalami kesuksesan dalam dunia bisnis lewat usaha mebel dan pertamanan yang sudah go International dimana usaha atau bisnis ini dikelola bersama sang istri hingga hari ini.
   Gaji bulanan sebagai Walikota sebesar Rp 6.5 Juta ditambah dengan fasilitas membuat orang-orang berduit mencalonkan diri menjadi Walikota maupun pejabat pemerintahan, dan berusaha semaksimal mungkin untuk menggunakan fasilitas dan koneksi yang ada untuk memperkaya diri dan kroninya sehingga banyak yang berakhir dipenjara, dari hal ini Jokowi mengambil hikmah bahwa untuk menjadi pemimpin rakyat harus melawan arus agar di Indonesia khususnya di Kota Solo ada Walikota langka, dan kini Jokowi menjadi sumber inspirasi bagi Masyarakat Solo, tanah Air bahkan Internasional lewat kunjungan pemerintahan Vietnam maupun Laos sebagai kota kembar antar negara.
1306459186166815439
   Jokowi kini membawa perubahan gaya kepemimpinan kaum birokrat, walau hanya Walikota, namun sifat kepemimpinannya dan keterbukaan serta progam pengembangan kota solo menjadi kota budaya dan kota pendidikan membawa nama Jokowi menjadi bahan perbincangan orang di Tanah Air sebagai manusia langka.
   Sebetulnya saya yakin, banyak sekali orang berhati mulia seperti mas Joko Widodo ini, namun...sedikit sekali dari mereka yang mau dan berani menjadi pemimpin, karena takut terhadap godaan, atau takut terhadap tantangannya bila menjadi pemimpin yang jujur. Bagi anda...contohlah mas Joko Widodo ini..

Semoga bermanfaat.
referensi - www.google.com

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Berikan komentar anda..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...