Rabu, 21 Desember 2011

Kisah Ali dalam menahan amarah


   Suatu hari ketika dalam pertempuran, Sayidina Ali berhasil menjatuhkan lawannya, lalu meletakkan kakinya di atas dada orang itu dan menempelkan pedangnya ke leher orang itu. Tetapi dia tidak membunuh orang itu.
   “Mengapa kamu tidak membunuh aku?” Orang itu berteriak dengan marah.

   “Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?” Dan dia meludahi muka Sayidina Ali.
Mulanya Sayidina Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat kakinya dari dada orang itu dan menarik pedangnya.
   “Aku bukan musuhmu”, Sayidina Ali menjawab.

   “Musuh yang sebenarnya adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk itu akan tercatit atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak membunuhmu.”
   “Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?” orang itu bertanya.
   “Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan. Antara kebenaran dan kepalsuan”. Sayidina Ali menjelaskan kepadanya. “Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku untuk
membunuhmu, aku tak boleh.”
   “Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?”
   “Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam.”
Dengan segera orang itu tersungkur di kaki Sayidina Ali dan dia juga diajarkan dua kalimah syahadat sebagai tanda keIslaman dan keimanannya. Subhanallah..

Semoga bermanfaat..terutama buat guru yang nyari cerita tentang pendidikan menahan amarah..

Reaksi:

1 komentar:

Di tambahka lagi dong untuk bagian Agama.
Pasti banyak dong .. :)

Poskan Komentar

Berikan komentar anda..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...