Selasa, 06 Desember 2011

Kenapa Negara gak bikin aja uang yang banyak???


   Negara Indonesia kita tercinta ini adalah negara yang kaya raya. Berbagai Sumber Daya Alam kita temui di seluruh tanah negeri kita tercinta ini. Tapi kita semua tau kalau negara kita tidak memiliki pabrik-pabrik yang mampu mengelola dengan baik, sehingga kita mampu menjadi negara yang mandiri. Bahkan ada yang bilang hutang kita gak kebayar sampai 7 turunan... weww... parah ya klo emang bener...hiks...
   Banyak yang bertanya-tanya, kenapa gak kita produksi aja uang yang banyak supaya rakyat Indonesia ini menjadi kaya raya????
   Memproduksi uang dengan jumlah besar sebenarnya pernah dilakukan oleh negara kita loh...loh.. kapaan??perasaan masih miskin aja..hehe...
   Memproduksi uang secara berlebih bisa menyebabkan inflasi. Inflasi di Indonesia tinggi sekali di zaman Presiden Soekarno, karena kebijakan fiskal dan moneter sama sekali tidak prudent (“kalau perlu uang, cetak saja”). Karena perang, pajak tidak bisa ditarik (semua orang sulit bisa kerja) sehingga mau tidak mau penerbitan bond dan/atau pencetakan uang menjadi alternatif untuk menutup defisit pembiayaan hal-hal yang tidak produktif (perang, konflik internal/eksternal). Karena pada dasarnya pencetakan uang adalah pajak terselubung pada saat pajak resmi tidak bisa ditarik sebagai akibat tidak berjalannya fungsi penarikan pajak atau pemerintah takut akan kemarahan rakyat kalau menarik pajak secara resmi. Untuk mecahin defisit APBN, Soekarno mencetak uang terus. Banyak uang beredar di ekonomi = inflasi, Soekarno gak berhenti nyetak uang = hiperinflasi. Wedeeww...salah satu kesalahan Soekarno tuh...

   Oiya...sebelumnya..udah tau inflasi belom??coba cari aja artikel-artikel  di google, atau di wikipedia tentang inflasi dan deflasi.
   Naahh..dengan kata lain..mencetak uang banyak-banyak, bukan bikin kita nambah kaya..yang ada negara nambah miskin..contohnya di zimbabwe tahun 2008 kemarin. Karena dipicu oleh  ke(tidak)bijakan pemerintah untuk mencetak uang. Inflasi meningkat drastis di Zimbabwe. Uang itu dipakai untuk memperbanyak pegawai negri yang bisa mendukung pemerintah. Zimbabwe saat ini masih memegang rekor inflasi terbesar di dunia yaitu 2,200,000 % (2,2 juta persen!)pada 2008, parahnya lagi harga-harga melambung begitu cepat hanya dalam hitungan menit bahkan detik tak heran jika karyawan toko-toko di zimbabwe begitu sibuk mengganti label harga jika terjadi perubahan harga.




   Pada tanggal 20 Juli 2008 ,bank Zimbabwe juga menerbitkan pecahan uang sebesar 100 Milyar Dollar! yang merupakan rekor pecahan uang dengan nominal terbesar di dunia. Ckckckck....Zimbabwe memang memegang banyak rekor dunia, tapi bukan rekor yang baik..hehe...(mau Indonesia begitu???). Harga roti aja sampai 500 dolar Zimbabwe.. wkwkwk...
   Nanti kalau di redenominasi gimana?? Redenominasi pernah juga di zaman Soekarno..Waktu itu namanya Sanering..waktu itu uang Rp. 500,- dan Rp. 1.000’- diturunin jadi Rp. 50,- dan Rp. 100,-. Banyak orang kaya yang jatuh miskin..apalagi yang miskin ya??hehe...
   Saya pribadi juga belum jelas sih bagaimana cara pemerintah mengeluarkan uang. Hanya yang saya ketahui, ada 2 macam pengeluaran uang. Sistem pseudo gold dan sistem uang fiat. Dalam sistem “pseudo gold”, uang yang beredar didukung dengan cadangan emas. Artinya jumlah uang yang beredar sebanding dengan cadangan emas/perak yang dimiliki badan yang menerbitkannya. Sedangkan dalam sistem uang fiat, uang yang beredar tidak didukung oleh asset yang riil, bahkan tidak didukung apa-apa. Pemerintah bisa mencetak uang dengan seenak udelnya saja untuk perang atau untuk memperkuat posisi partainya. Kalau ini terjadi maka nilai uang akan turun. Harga harga barang akan naik. Ekonomi juga tidak kemana-mana karena ekspansi uang tidak digunakan untuk kegiatan yang produktif...
Naahh..mending gak usah nyetak uang banyak-banyak deh...bersyukur aja kita dengan rizki yang ada..hehe...

Semoga bermanfaat..





Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Berikan komentar anda..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...